Digitalpost.id | Samarinda – Laju penurunan stunting di Kalimantan Timur dinilai belum bergerak signifikan. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Agusriansyah Ridwan, menyoroti bahwa sejak 2021 angka stunting hanya turun 0,6 persen, dari 22,8 persen menjadi 22,2 persen.
Ia menyebut Kutai Timur dan Kutai Barat termasuk daerah yang penanganannya masih memerlukan penguatan.
“Isu stunting ini menjadi arahan langsung pemerintah pusat. Karena itu, anggarannya tetap kita jaga agar tidak terdampak pemangkasan,” ucapnya.
Agusriansyah menekankan bahwa pemerintah daerah harus meningkatkan kinerja program, apalagi indikator stunting kini menjadi bagian penting dalam evaluasi penyaluran dana transfer dari pusat.
“Daerah yang tidak menunjukkan keseriusan bisa mengalami penyesuaian anggaran. Pesan dari pusat sudah sangat tegas,” katanya.
Ia berharap seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, dapat berperan aktif untuk mempercepat penurunan stunting, mengingat capaiannya masih jauh dari target nasional.
“Dengan kerjasama lintas sektor, saya yakin penanganan stunting bisa lebih efektif dan hasilnya lebih terlihat,” tuturnya.
(AH/DPRDKALTIM/Adv)

































Leave a Reply