
Digitalpost.id | Samarinda – Pelaksanaan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 04 Samarinda Utara telah menghabiskan anggaran sebesar 28 juta rupiah selama lima hari pertama. Anggaran ini digunakan untuk menyediakan 510 porsi makanan setiap hari dengan harga Rp11.000 per porsi.
Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Samarinda, Sani Bin Husain, mengungkapkan perhatian terhadap perbedaan harga makanan di Samarinda jika dibandingkan dengan daerah lain, seperti di Jawa. Selain itu, dia mencatat bahwa biaya operasional program tidak termasuk dalam harga per porsi makanan yang disediakan.
“Perbedaan harga makanan menjadi salah satu faktor utama dalam polemik ini. Terlebih lagi, biaya operasional tidak termasuk dalam anggaran harga makanan,” ujarnya.
Sani, yang lebih akrab disapa, menambahkan meskipun alokasi anggaran sebesar 6,5 persen dari APBD Samarinda telah disiapkan untuk mendukung program ini, namun total kebutuhan anggaran untuk MBG masih belum jelas.
Hal ini disebabkan oleh belum adanya Petunjuk Teknis (Juknis) dari pemerintah pusat terkait pelaksanaan program MBG di Kalimantan Timur. Hingga saat ini, pembiayaan program ini masih sepenuhnya bergantung pada APBD Samarinda.
“Kami memiliki anggaran 6,5 persen dari APBD, tetapi kita perlu memastikan apakah itu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan program ini,” ucap Sani.
Lebih lanjut, Sani menegaskan bahwa DPRD Samarinda bersama Pemerintah Kota (Pemkot) berkomitmen mendukung program MBG. Namun, keduanya berharap agar pemerintah pusat segera memberikan kejelasan mengenai anggaran agar beban APBD Samarinda tidak semakin berat.
“Saya berharap masalah pendanaan ini bisa segera ditangani melalui APBN agar tidak membebani anggaran daerah yang sudah terbatas,” pungkasnya. (Sb/Adv/DPRDSamarinda)
































Leave a Reply