Digitalpost.id | SAMARINDA — Perubahan iklim drastis terjadi akibat datangnya masa pergantian musim yang sering disebut sebagai musim Pancaroba. Perubahan iklim tersebut akan mengakibatkan peningkatan curah hujan, peningkatan suhu dan kelembaban.
Kondisi yang tak menentu tersebut mendukung perkembangan nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab utama penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Tentunya hal ini harus menjadi perhatian karena penyakit DBD dapat menjadi ancaman yang serius bagi masyarakat.
Dengan adanya potensi ancaman tersebut, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim), Andi Satya Adi Saputra, yang sekaligus seorang dokter itu mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap ancaman penyakit DBD. Ia meminta masyarakat untuk bergotong-royong menanggulangi penyakit tersebut.
“Kemunculan DBD memang biasanya saat musim pancaroba, kita harus waspada, periksa genangan air yang bisa jadi pemicu berkembanganya nyamuk Aedes Aegypti,” ucap Andi Satya mengimbau.
Tidak hanya itu, Andi Satya juga terus mengingatkan masyarakat untuk rutin memberantas sarang nyamuk agar perkembangan penyakit DBD tidak meluas. Dalam upaya tersebut, tindakan seperti fogging (penyemprotan insektisida secara berkala) sangat diperlukan untuk membasmi penyebab utama penyakit DBD.
Andi Satya juga mendukung program vaksinasi DBD untuk anak berusia di bawah 10 tahun yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim sebagai langkah untuk mencegah peningkatan penyakit DBD.
“Semoga program vaksinasi ini bisa efektif, tindakan pencegahan ini sangat penting untuk mengurangi penyebaran penyakit DBD,” tegasnya.
Politisi Partai Golongan Karya (Golkar) itu berharap agar seluruh elemen masyarakat dapat bekerjasama untuk menganggulangi penyebaran penyakit DBD yang sangat berbahaya. (DPRD Kaltim/Adv/Ikhlas)

































Leave a Reply